Kota Langsa – Dalam rangka memperingati Hari Santri, FUAD IAIN Langsa mengadakan webinar bertema “Tradisi Pesantren: Model Pembentukan Karakter dan Kemandirian” pada Sabtu, 22 Oktobe...
Kota Langsa – Dalam rangka memperingati Hari Santri, FUAD IAIN Langsa mengadakan webinar bertema “Tradisi Pesantren: Model Pembentukan Karakter dan Kemandirian” pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Kegiatan ini diadakan secara daring dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Marimbun, M.Pd. dan Dr. Muhammad Nasir, M.A.
Webinar ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai tradisi pesantren sebagai model pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter dan kemandirian santri. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum yang tertarik dengan peran pesantren dalam pembangunan karakter bangsa.
Dalam pemaparannya, Marimbun, M.Pd., menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemandirian santri melalui pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Menurutnya, tradisi yang ada di pesantren sangat efektif dalam menciptakan generasi yang memiliki kepribadian tangguh dan mandiri.
“Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan bekal untuk hidup mandiri, seperti disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab, yang menjadi landasan penting dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Nasir, M.A., dalam sesi kedua webinar menekankan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan tradisi pesantren dalam konteks modern. Ia menyatakan bahwa pesantren harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan nilai-nilai inti yang diajarkan selama ini.
“Pesantren adalah tempat yang sangat relevan dalam membentuk generasi yang memiliki komitmen moral dan sosial yang kuat. Dengan memperkuat kemandirian, pesantren turut mencetak individu yang mampu berkontribusi positif di masyarakat,” jelas Dr. Muhammad Nasir.
Webinar ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai relevansi pesantren dalam membentuk karakter generasi muda di era digital.
Kegiatan ini ditutup dengan pesan dari kedua narasumber untuk terus mendalami nilai-nilai luhur pesantren yang menjadi dasar pembentukan karakter dan kemandirian, serta menjaga tradisi pesantren agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.