Langsa — SMK Negeri 3 Langsa menggelar kegiatan Deklarasi Duta Anti Perundungan Tahun 2025 pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula sekolah. Acara ini menghadirkan Marimbun, M.Pd., Ketua...
Langsa — SMK Negeri 3 Langsa menggelar kegiatan Deklarasi Duta Anti Perundungan Tahun 2025 pada Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula sekolah. Acara ini menghadirkan Marimbun, M.Pd., Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa, sebagai pemateri utama. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari seluruh siswa, kecuali kelas XII yang sedang melaksanakan praktik lapangan.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Kurikulum SMK Negeri 3 Langsa yang menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Beliau juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini sebagai upaya membangun karakter positif pada peserta didik.
Dalam penyampaian materinya, Marimbun, M.Pd. menekankan urgensi pencegahan perundungan di lingkungan sekolah serta peran penting siswa sebagai agen perubahan. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, beliau mengajak seluruh peserta untuk memahami bentuk-bentuk perundungan, dampaknya, serta langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk mengakhirinya.
Pada akhir sesi, Marimbun mengajak seluruh siswa untuk membuat komitmen bersama dalam mewujudkan SMK Negeri 3 Langsa sebagai zona aman tanpa perundungan. Ajakan ini disambut dengan penuh semangat oleh para siswa yang hadir.
Sebagai puncak acara, sekolah secara resmi melantik 30 siswa terpilih sebagai Duta Anti Perundungan. Pelantikan dilakukan dengan penyematan atribut duta oleh pihak sekolah sebagai simbol tanggung jawab baru dalam mengampanyekan budaya anti perundungan di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya lingkungan belajar yang positif, inklusif, dan saling menghargai, sejalan dengan upaya nasional dalam menghapus praktik perundungan di satuan pendidikan. SMK Negeri 3 Langsa berkomitmen menjadikan program ini sebagai gerakan berkelanjutan demi terciptanya generasi muda yang berkarakter dan berempati