Kota Langsa – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Langsa mengadakan webinar bertema “Menghadapi Quarterlife Crisis pada Mahasiswa dalam Mempersiapkan Diri ke Dunia Kerja...
Kota Langsa – Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Langsa mengadakan webinar bertema “Menghadapi Quarterlife Crisis pada Mahasiswa dalam Mempersiapkan Diri ke Dunia Kerja” pada Kamis, 5 Januari 2023. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh ratusan peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat yang tertarik pada isu penting ini.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya, yaitu Dr. Susi Fitriani, M.Pd. dan Dr. Syawaluddin, M.Pd., Kons., yang membahas bagaimana mahasiswa dapat menghadapi krisis kuartal kehidupan (quarterlife crisis) saat mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Dr. Susi Fitriani, M.Pd., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa quarterlife crisis sering dialami oleh mahasiswa yang berada di akhir masa studi, di mana mereka mulai meragukan masa depan, merasa cemas tentang karier, dan mengalami kebingungan dalam menentukan langkah selanjutnya. Menurutnya, penting bagi mahasiswa untuk memahami diri mereka, mengenali minat dan bakat, serta membangun rasa percaya diri dalam menghadapi transisi ke dunia kerja.
“Quarterlife crisis adalah hal yang wajar, namun kita perlu menyikapinya dengan bijak. Mahasiswa harus fokus pada pengembangan diri, memperkaya pengalaman, dan memperluas jaringan agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Dr. Susi Fitriani.
Sementara itu, Dr. Syawaluddin, M.Pd., Kons., menambahkan bahwa konseling dapat menjadi salah satu cara efektif untuk membantu mahasiswa mengatasi perasaan cemas dan kebingungan yang muncul saat mereka harus menentukan langkah berikutnya dalam kehidupan profesional mereka. Ia juga memberikan beberapa tips untuk mengatasi quarterlife crisis, seperti mengatur tujuan hidup yang jelas, melakukan perencanaan karier, dan menjaga keseimbangan mental.
“Penting bagi mahasiswa untuk tidak merasa terburu-buru dalam menghadapi dunia kerja. Proses transisi ini memerlukan waktu dan persiapan yang matang. Konseling dapat membantu mahasiswa untuk lebih memahami potensi diri dan membuat keputusan yang tepat untuk masa depan,” jelas Dr. Syawaluddin.
Webinar ini juga menyediakan sesi tanya jawab, di mana peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber tentang pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi selama masa transisi menuju dunia kerja. Beberapa peserta mengungkapkan perasaan cemas dan bingung terkait masa depan mereka, namun mereka merasa terbantu dengan wawasan yang diberikan oleh narasumber.
“Saya merasa lebih tenang setelah mengikuti webinar ini. Saya mendapatkan banyak informasi tentang bagaimana cara mengelola perasaan dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap salah satu peserta.
Webinar ini ditutup dengan harapan agar para peserta dapat lebih memahami quarterlife crisis sebagai bagian dari proses kehidupan dan belajar menghadapinya dengan lebih bijaksana, serta mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk memasuki dunia kerja.