Kota Langsa – Dalam rangka memperkuat pemahaman tentang layanan bimbingan dan konseling di era Merdeka Belajar, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Langsa menggelar seminar be...
Kota Langsa – Dalam rangka memperkuat pemahaman tentang layanan bimbingan dan konseling di era Merdeka Belajar, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Langsa menggelar seminar bertema “Inovasi Layanan BK di Era Merdeka Belajar” pada Selasa, 12 Desember 2023. Acara ini berlangsung di Aula Barat IAIN Langsa dan dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk mahasiswa, dosen, serta praktisi pendidikan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya, yaitu Ria Hayati, M.Pd. dan Ika Sandra Dewi, M.Pd., yang membahas tentang inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling (BK) yang relevan dengan implementasi Kurikulum Merdeka.
Ria Hayati, M.Pd., dalam pemaparannya menjelaskan bagaimana Merdeka Belajar memberikan kebebasan bagi siswa dan mahasiswa untuk memilih mata pelajaran atau kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Menurutnya, hal ini membuka peluang bagi layanan BK untuk lebih inovatif dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.
“Di era Merdeka Belajar, layanan BK harus mampu memberikan dukungan yang lebih personal dan adaptif. Konselor perlu lebih kreatif dalam merancang program yang tidak hanya membantu perkembangan akademik, tetapi juga mendukung pengembangan karakter dan potensi diri siswa atau mahasiswa,” ujar Ria Hayati.
Sementara itu, Ika Sandra Dewi, M.Pd., menambahkan bahwa layanan BK di era Merdeka Belajar harus dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan layanan yang lebih efektif. Menurutnya, pemanfaatan platform daring dan aplikasi konseling dapat membantu menjangkau lebih banyak peserta didik dengan cara yang lebih fleksibel dan efisien.
“Dengan teknologi, konseling tidak hanya terbatas pada sesi tatap muka. Kita dapat memanfaatkan berbagai media untuk memberikan layanan BK yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh peserta didik di mana saja,” ungkap Ika Sandra Dewi.
Seminar ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar tantangan dan peluang dalam mengembangkan layanan BK di era Merdeka Belajar. Beberapa peserta menyampaikan pendapat mengenai pentingnya pelatihan bagi konselor agar mereka dapat mengikuti perkembangan teknologi dan metodologi terbaru dalam memberikan layanan.
Acara ini ditutup dengan harapan agar seminar ini dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan inovasi layanan BK yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan mendukung implementasi Merdeka Belajar di Indonesia. BKI IAIN Langsa berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan BK dan mengadaptasi perkembangan zaman demi kemajuan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.