FUAD IAIN Langsa dan Kontras Aceh Gelar Desiminasi DIM dan Evaluasi Kebijakan Qanun
Fakultas 30 Jun 2025

FUAD IAIN Langsa dan Kontras Aceh Gelar Desiminasi DIM dan Evaluasi Kebijakan Qanun

Tim Redaksi FUAD
Admin FUAD
27 views 2 min read

IAIN Langsa, 24 Juni 2025 - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa bersama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (Kontras) Aceh menggelar kegiatan desiminasi dan evaluasi...

IAIN Langsa, 24 Juni 2025 - Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa bersama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan (Kontras) Aceh menggelar kegiatan desiminasi dan evaluasi kebijakan Qanun No. 4 Tahun 2016. Acara ini berlangsung di Aula Gedung SBSN IAIN Langsa dan dihadiri oleh mahasiswa di lingkungan IAIN Langsa.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FUAD IAIN Langsa, Dr. T. Wildan, MA. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya kebijakan yang inklusif dan adil bagi semua pihak.

 

Agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAIN Langsa dan Kontras Aceh. MoU ini menjadi simbol komitmen kedua lembaga dalam bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu kemanusiaan dan keagamaan.

Azharul Husna, Ketua Kontras Aceh, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan ini. Beliau memaparkan materi tentang DIM qanun dan pentingnya pemahaman yang tepat tentang kebijakan ini. Selain itu, beliau juga membahas tentang peta permasalahan kebijakan administrasi agama-agama di Aceh.

Tgk. Hasanuddin, MH, Ketua FKUB Langsa, juga menjadi pembicara dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan situasi kehidupan beragama di Langsa dan pentingnya kerja sama antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu keagamaan.

Yogi Febriandi, Ketua Prodi Pemikiran Politik Islam (PPI) IAIN Langsa, juga menjadi pembicara dalam kegiatan ini. Beliau membahas tentang pentingnya pemahaman politik Islam dalam konteks kehidupan beragama di Aceh.

Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi antara pembicara dan peserta. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya dan berdiskusi tentang isu-isu keagamaan dan kemanusiaan yang relevan dengan kebijakan Qanun No. 4 Tahun 2016.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya kebijakan yang inklusif dan adil bagi semua pihak, serta memperkuat komitmen lembaga dalam bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu kemanusiaan dan keagamaan.

Tags:
Terakhir diupdate: 29 Jan 2026 12:24