Kota Langsa – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa mengadakan kegiatan Dosen Tamu dengan tema “Psikoterapi Pendekatan Sufistik” pada Senin, 18 Oktober 2021. Acara...
Kota Langsa – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa mengadakan kegiatan Dosen Tamu dengan tema “Psikoterapi Pendekatan Sufistik” pada Senin, 18 Oktober 2021. Acara ini berlangsung di Aula FUAD IAIN Langsa dengan menghadirkan Dr. Dasril, M.Pd., sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pendekatan psikoterapi berbasis nilai-nilai sufistik, yang mengintegrasikan aspek psikologi dan spiritualitas. Acara dihadiri oleh dosen, mahasiswa dari berbagai program studi, serta praktisi yang tertarik pada pendekatan psikoterapi berbasis agama.

Dalam pemaparannya, Dr. Dasril, M.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan sufistik dalam psikoterapi menawarkan metode penyembuhan yang holistik, dengan menekankan pada hubungan manusia dengan Tuhan sebagai sumber ketenangan batin.
“Pendekatan sufistik dalam psikoterapi tidak hanya menyembuhkan luka emosional, tetapi juga memperkuat spiritualitas seseorang, sehingga menghasilkan keselarasan antara aspek jasmani dan rohani,” jelasnya.
Beliau juga memaparkan beberapa teknik terapi berbasis sufistik, seperti dzikir, tafakur, dan pendekatan introspeksi diri. Teknik-teknik tersebut dianggap relevan untuk menangani berbagai masalah psikologis yang dihadapi masyarakat modern, seperti stres, kecemasan, dan depresi.
Acara ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan. Salah seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa pendekatan ini memberikan perspektif baru dalam memahami psikoterapi yang lebih sesuai dengan konteks budaya dan agama.
Ketua FUAD IAIN Langsa, dalam sambutannya, menyatakan apresiasinya atas kehadiran Dr. Dasril, M.Pd., sebagai narasumber yang memberikan kontribusi penting dalam memperkaya wawasan mahasiswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan-pendekatan konseling yang berbasis nilai spiritual, terutama dalam konteks masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Acara ini ditutup dengan pesan dari narasumber yang mendorong para peserta untuk terus mempelajari pendekatan sufistik sebagai salah satu metode psikoterapi yang potensial dalam dunia konseling.