FUAD – Dr. Muslem, MA, Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa, memberikan pelatihan kepada par...
FUAD – Dr. Muslem, MA, Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Langsa, memberikan pelatihan kepada para penyuluh pertanian Kota Langsa pada Kamis (21/11).
Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Ferla Langsa dan diselenggarakan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyuluh dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan edukasi yang efektif.

Dalam materi yang disampaikan, Dr. Muslem menekankan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, terutama bagi para penyuluh yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Etika dalam bermedia sosial sangat penting, terutama bagi penyuluh yang membawa pesan pemerintah. Konten yang baik bukan hanya tentang informasi, tetapi juga bagaimana informasi itu disampaikan dengan cara yang dapat diterima masyarakat,” ujar Dr. Muslem.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik lapangan, di mana para peserta mempelajari teknik pengambilan foto dan video yang relevan dengan tema pertanian. Pendampingan dilakukan hingga tahap pengeditan, sehingga peserta mampu menghasilkan konten kreatif yang menarik dan informatif. Sebagai moderator, Dr. Sumiati, M.Pd, dosen Sejarah SPI IAIN Langsa, berperan aktif memandu jalannya acara.
Dengan pendekatan yang interaktif, ia mendorong peserta untuk terlibat aktif dalam diskusi dan praktik, menjadikan suasana pelatihan lebih dinamis dan produktif. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi FUAD IAIN Langsa dalam mendukung pengembangan sektor pertanian melalui sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan praktis di lapangan.
Dengan kemampuan baru ini, para penyuluh diharapkan mampu mengoptimalkan perannya dalam menyampaikan informasi pertanian secara lebih kreatif dan efektif melalui media sosial.