Digitalisasi dan Dinamika Pertemanan
Fakultas 12 Dec 2024

Digitalisasi dan Dinamika Pertemanan

Tim Redaksi FUAD
Admin FUAD
121 views 3 min read

FUAD-Langsa, 16 November 2024 - Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam,Institut Agama Islam Negeri Langsa,menggelar seminar bertema “Digitalisasi dan dinamika pertemanan" sukses d...

FUAD-Langsa, 16 November 2024 - Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam,Institut Agama Islam Negeri Langsa,menggelar seminar bertema “Digitalisasi dan dinamika pertemanan" sukses digelar melalui via zoom meeting.Acara ini berlangsung pada senin,2 Desember 2024 dan diikuti oleh 37 peserta mahasiswa dan dosen.

Acara seminar ini menghadirkan bapak Feri Yandra, S.Pd., Gr seorang guru BK berpengalaman, sebagai narasumber dalam seminar ini. Dengan gaya penyampaian yang sederhana namun mendalam, berhasil mengajak peserta untuk merenungkan kembali pentingnya mengetahui Digitalisasi pertemanan dalam kehidupan sehari-hari. Rosmaini salah satu mahasiswa BKI sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi dengan baik.

Dalam pengantar materi, bapak Feri Yandra,S.Pd,Gr menjelaskan definisi Dinamika pertemanan yang diakui Bersama: Mengapa Kita Mengharapkan Lebih Banyak dari Teknologi dan Lebih Sedikit dari Satu Sama Lain. Ia menegaskan bahwa Digitalisasi dan dinamika pertemanan adalah proses mengubah informasi atau aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi bentuk digital menggunakan teknologi. Digitalisasi mencakup penerapan teknologi informasi untuk mempermudah komunikasi, akses data, dan interaksi. Dalam konteks sosial, digitalisasi memungkinkan orang untuk terhubung melalui platform digital seperti media sosial, aplikasi perpesanan, dan jaringan online.kondisi di mana seseorang mampu menyadari potensinya, mengatasi tekanan hidup, bekerja secara produktif, dan berkontribusi kepada masyarakat. Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), digitalisasi dan dinamika pertemanan dapat dikaitkan dengan beberapa pasal yang menjunjung hak asasi manusia, kebebasan berekspresi, dan tanggung jawab bermasyarakat, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi. Seminar ini juga mengupas faktor-faktor yang dapat memengaruhi dinamika pertemanan. Bapak feri Yandra menjelaskan bahwa perubahan hormonal, tekanan akademik, ekspektasi sosial, serta paparan media sosial adalah beberapa tantangan besar bagi remaja masa kini.

Tidak hanya membahas tantangan, bapak feri Yandra juga mengajak peserta mengenal lebih dalam tentang Digitalisasi dan dinamika pertemanan seperti mengurangi intensitas interaksi langsung , emosional,dan gangguan mental Gejala-gejala seperti Komunikasi lebih sering dilakukan melalui media sosial, aplikasi pesan instan, atau platform digital lainnya dibandingkan pertemuan tatap muka, Seseorang cenderung selalu membawa perangkat digital (seperti smartphone) merasa gelisah tanpa akses ke internet dan juga Hubungan pertemanan berkembang melalui ruang virtual, seperti grup online, permainan daring, atau komunitas berbasis hobi di media sosial.

Acara ini juga memberikan panduan praktis untuk menjaga emosi. Bapak feri Yandra mendorong peserta untuk menjalani gaya hidup sehat, Terapkan screen time atau batas waktu harian untuk menggunakan perangkat digital seperti ponsel, laptop, atau tablet. Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas tanpa perangkat digital, seperti membaca buku cerita,atau menghabiskan waktu bersama keluarga.seperti rutin berolahraga, menyeimbangkan aktivitas sosial, menikmati seni, dan menjaga pola makan yang sehat. Para peserta memberikan tanggapan positif terhadap seminar ini.

Salah satu peserta, seorang mahasiswa, merasa penjelasan ini membantu mereka menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata, terutama dalam menjaga kesehatan mental dan kualitas hubungan sosial. Seminar ini diakhiri dengan pesan motivasi dari bapak Feri Yandra yang menyentuh hati para peserta. Ia menegaskan bahwa Teman-teman, di era digital ini, teknologi telah memberikan kita kesempatan luar biasa untuk terhubung dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Namun, ingatlah bahwa teknologi adalah alat, bukan tujuan. Jangan sampai kita kehilangan momen berharga bersama orang-orang di sekitar kita hanya karena terlalu sibuk di dunia maya.Gunakan teknologi untuk mendukung tujuan hidupmu, tetapi jangan biarkan itu mengendalikan waktumu. Hargai setiap interaksi nyata, karena hubungan yang mendalam dan tulus dibangun melalui perhatian, kejujuran, dan kebersamaan. Mari kita menjadi generasi yang bijak: yang mampu memanfaatkan kemajuan digital tanpa melupakan nilai-nilai luhur dalam pertemanan dan kehidupan. Jadilah versi terbaik dirimu, baik di dunia nyata maupun dunia maya, karena masa depan yang lebih baik dimulai dari cara kita mengelola diri kita hari ini.

Tags:
Terakhir diupdate: 26 Jan 2026 21:24