Lokop, Aceh Timur – Memasuki hari kedua Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025, para peserta melaksanakan kegiatan penggalian persepsi masyarakat terkait potensi destinasi wisata di Desa Lokop...
Lokop, Aceh Timur – Memasuki hari kedua Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025, para peserta melaksanakan kegiatan penggalian persepsi masyarakat terkait potensi destinasi wisata di Desa Lokop dan sekitarnya, Jumat (17/1). Sebanyak 40 mahasiswa dibagi menjadi 11 kelompok untuk mendatangi warga, melakukan wawancara, dan menghimpun informasi mengenai pandangan mereka terhadap pengembangan wisata di kawasan tersebut.
Ketua Prodi Psikologi Islam, Dedy Surya, M.Psi., yang bertindak sebagai dosen pemandu kegiatan ini, menjelaskan bahwa tujuan utama dari aktivitas tersebut adalah untuk memahami persepsi dan sikap masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Hal ini penting dilakukan sebagai pijakan bagi pemerintah untuk mengambil keputusan terkait keberadaan potensi wisata ini. Karena membangun sebuah kawasan wisata membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, utamanya masyarakat sekitar,” ujar Dedy Surya.
Lebih lanjut, Dr. Danil Putra Arisandy, M.Kom.I. sebagai penanggung jawab kegiatan PKM ini berpandangan bahwa wawasan dari masyarakat lokal merupakan faktor kunci dalam memastikan pengembangan destinasi wisata dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi mereka.
Selain wawancara, para mahasiswa juga mendokumentasikan kondisi alam dan fasilitas yang ada di Desa Lokop dan desa-desa lain di Kecamatan Serbajadi. Hasil dari kegiatan ini akan dirangkum dalam bentuk video dokumenter yang menampilkan pandangan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, pelaku usaha kecil setempat hingga unsur perempuan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga yang antusias berbagi pandangan dan ide-ide mereka tentang potensi wisata di wilayah mereka, mulai dari keindahan alam, keberagaman budaya, hingga cerita lokal yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis komunitas, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal sekaligus menjaga kearifan lokal masyarakat Desa Lokop.
Berita Terkait
Prodi Pemikiran Politik Islam- FUAD IAIN Langsa, YKMI, dan UNHCR Implementasi Kerjasama Pengabdian Tentang Politik Pengungsi bagi Pelajar SMA di Aceh‑Sumatra Utara
PIK-M Syifaul Qulub FUAD IAIN Langsa Lakukan Pengabdian Masyarakat di SMA Negeri 1 Tamiang Hulu