Langsa, 16 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islam Ne...
Langsa, 16 November 2024 – Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa sukses menyelenggarakan seminar bertajuk "Bangkitnya Kesadaran Kesehatan Mental". Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 16 November 2024, melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh 37 peserta, termasuk mahasiswa dan dosen.
Acara ini menghadirkan narasumber utama, Ibu Neni Listia Dewi, S.Pd., Kons., seorang konselor berpengalaman yang dikenal dengan pendekatan komunikatif dan substansial dalam penyampaiannya. Didampingi oleh Mulia Rahmi, mahasiswa BKI yang bertugas sebagai moderator, seminar berjalan dinamis dengan diskusi yang penuh wawasan.
Mengupas Esensi Kesehatan Mental
Dalam paparannya, Ibu Neni membuka diskusi dengan menjelaskan definisi kesehatan mental menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menegaskan bahwa kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk mengenali potensi dirinya, menghadapi tekanan hidup, bekerja secara produktif, dan berkontribusi pada masyarakat. Menyitir UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Ibu Neni menekankan bahwa kesehatan mental mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial.
"Keseimbangan ini sangat penting untuk dijaga karena memengaruhi segala aspek kehidupan," ujar Ibu Neni dengan nada tegas namun hangat.
Tantangan Kesehatan Mental di Era Modern
Seminar ini juga menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan mental, khususnya di kalangan remaja. Ibu Neni menyebut perubahan hormonal, tekanan akademik, ekspektasi sosial, dan paparan media sosial sebagai tantangan utama yang dihadapi generasi muda.
Menurut survei WHO, 10-20% anak dan remaja di dunia mengalami gangguan mental, tetapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi atau tertangani. "Kita harus lebih peka terhadap tanda-tanda awal gangguan mental dan segera mengambil langkah," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan jenis-jenis gangguan mental seperti depresi, kecemasan, PTSD, dan bipolar. Gejala-gejala seperti kesedihan berkepanjangan, rasa cemas yang berlebihan, hingga kecenderungan untuk mengisolasi diri, menurutnya, adalah tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan.
Panduan Praktis untuk Kesehatan Mental
Seminar ini tidak hanya menawarkan analisis masalah tetapi juga solusi praktis. Ibu Neni mengajak peserta untuk menerapkan gaya hidup sehat, termasuk olahraga rutin, menjaga pola makan seimbang, menyeimbangkan aktivitas sosial, dan melibatkan diri dalam kegiatan kreatif seperti seni.
Ia juga menekankan pentingnya berpikir positif dan menjaga kesehatan mental melalui aktivitas produktif. "Kesehatan mental bukan hanya soal bahagia, tetapi kemampuan untuk tetap kuat menghadapi tekanan hidup," ujarnya.
Pesan Harapan dan Komitmen Bersama
Seminar ini diakhiri dengan pesan motivasi yang menggugah dari Ibu Neni. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental adalah hak fundamental setiap individu dan tanggung jawab kolektif.
"Mari kita bangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Dengan itu, kita dapat menciptakan generasi muda yang lebih kuat, bahagia, dan produktif," tutupnya.
Para peserta memberikan tanggapan positif atas seminar ini. Salah seorang mahasiswa mengaku mendapatkan wawasan baru untuk mengelola tekanan akademik. "Saya jadi lebih memahami pentingnya mengenali diri sendiri dan mencari solusi untuk setiap masalah," katanya.
Acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran yang lebih luas tentang pentingnya kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda. Seminar ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa BKI IAIN Langsa dalam berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkait
Prodi Pemikiran Politik Islam- FUAD IAIN Langsa, YKMI, dan UNHCR Implementasi Kerjasama Pengabdian Tentang Politik Pengungsi bagi Pelajar SMA di Aceh‑Sumatra Utara
PIK-M Syifaul Qulub FUAD IAIN Langsa Lakukan Pengabdian Masyarakat di SMA Negeri 1 Tamiang Hulu